Kamis, Agustus 27, 2015

Nasihat Amien Rais Untuk Presiden Joko Widodo

Bandung - Founder sekaligus Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menitipkan pesan kepada Presiden Jokowi. Menurutnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sedang terancam, Jokowi harus menggelar musyawarah.

Hal itu diungkapkan Amien dalam sambutannya pada puncak acara HUT ke-17 PAN di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Bandung, Minggu (23/11/2015).

"Dalam kesempatan ini, saya sekaligus memberikan pesan, nasihat, juga permintaan kepada pemerintah sekarang yang kebetulan dinakhodai oleh Jokowi. Sekarang semua sepakat bangunan ekonomi kita sedang goyah karena rupiah kedodoran, PHK dimana-mana," ungkapnya.

Amien menyebut saat ini banyak setan-setan global yang akan mengacaukan NKRI. Untuk itu Jokowi harus menggelar musyawarah yang melibatkan seluruh stakeholder dan bagian masyarakat lainnya.

"Tolong ini jeritan anak bangsa yang pernah tahu politik. Hanya ada satu solusi yaitu musyawarah nasional," tegas Amien.

Menurut Amien, sebagai pemedang kemudi NKRI, Jokowi harus bertindak cepat dan berpikir secara global karena saat ini krisis di Indonesia sudah urgent. Jokowi tak seharusnya lagi mengurusi masalah kecil.

"Bikin musyawarah, undang lembaga tertinggi, MPR, DPR, MK, MA, KPK, pimpinan tinggi TNI dan Polri, undang juga pentolan partai KIH dan KMP, tokoh intelektual, ormas merah putih, wartawan yang top. Ajak mereka duduk bersama, kita sepakati betapa negara kita sudah kritis," ungkapnya.

Ia mengingatkan Jokowi juga untuk mengedepankan nilai-nilai pancasila terutama sila ke-4 yang berbunyi: Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan".

"Jangan lupa sila keempat, musyawarah mufakat. Jokowi harus bisa maju, enggak usah mendengarkan orang lain. Orang lain berlomba-lomba untuk maju, kita berlomba-lomba masuk jurang," tandasnya. (avi/van)

Amien Rais Usulkan Agar Presiden Joko Widodo Menggelar Pertemuan Nasional

JAKARTA – Ketua Majelis Kehormatan PAN, Amien Rais, berharap Presiden Joko Widodo segera turun tangan menangani persoalan ekonomi dan politik di dalam negeri agar Indonesia tak semakin terpuruk.
Menurutnya, ada dua bangunan penting bagi sebuah bangsa, yaitu ekonomi dan politik.
"Sekarang semua sepakat ekonomi goyah karena rupiah kedodoran, PHK dimana-mana, dan hampir semua pengusaha mengatakan ada hal yang salah," kataAmien Rais dalam pidato di perayaan puncak HUT ke-17 PAN di Monumen Perjuangan, Bandung, Jawa Barat, Minggu (23/8/2015).
Mantan Ketua MPR itu menilai, jika bangunan ekonomi mulai goyah, begitu juga dengan politik maka hal itu pertanda masa depan bangsa bisa semakin suram.
"Saya mengimbau, sebagai anak bangsa Pak Jokowi sebagai presiden, dia kepala negara, chief executive, panglima tertinggi, terjun kebawah. Ini mendesak, jangan pikir remeh temeh, KIH-KMP kuno itu," katanya.
Dan segera menggelar PERTEMUAN NASIONAL untuk seluruh Stakeholder ( MPR,DPR,MA,BPK,BI,KPK,BAPENAS,OJK,PEMRED DAN LSM DAN ORMAS) agar kita hadapi bersama-sama mencari solusi terbaik intuk NKRI .
Amien Rais mengakui, Indonesia dari dulu sampai saat ini memiliki sejarah lemah dalam koordinasi antara presiden dengan pembantu dibawahnya. Sehingga, lebih kuat kepentingan intervensi dari pada kebijakannya sendiri.
"Saya agak khawatir, kalau dollar Rp 15 ribu banyak guncangan sosial. Tapi kalau ekonomi lemah, politik kuat, kita masih optimis," pungkasnya.
*Sumber Tribune